20 Maret 2009

Gandum (Oat)

Gandum tumbuhan sepertt padi yg hidup di daerah beriklim subtropis yang menghasilkan terigu ( Triticum estivum). Para sejarawan memperkirakan bahwa tanaman gandum pertamakali berasal dari daerah subur di sekitar sungai Nil, Eufrat dan Tigris, dan barulah sekitar 4500 tahun yang lalu menyebar ke eropa seperti Ingris , Irlandia, Spanyol/Portugis, ke asia sepaerti Cina dan India
Saat ini Negara seperti Amerika , Kanada, Australia, Cina merupakan penghasil gandum. Negara produsen gandum di dominasi oleh Negara yang bukan tempat asal tanaman gandum. Mengapa ? Karena mereka bekerja keras untuk membudidayakan tanaman gandum di negara mereka. Kenapa mereka mau bersusah payah menaman tanaman gandum ? Karena mereka butuh sesuatu untuk dimakan, Kenapa makan karena agar kelangsungan hidup manusia terjaga dan seterusnya


Kata terigu (tepung gandum) berasal dari bahasa Portugis trigo.
Apakah iklim di Indonesia cocok untuk bercocok tanaman gandum? Cocok aja, hanya saja gandum kalah bersaing dengan padi, jagung, ubi kayu, kedalai dan lain-lain. Karena sejak dahulu kala rakyat Indonesia sudah terbiasa mengkonsumsi makanan dari tanaman yang ditanam di pekarangan, dikebun sendiri. Sehingga sangat sulit untuk merubah kebiasaan-kebiasaan tersebut. Kalau kita suka roti dan mi misalnya, makanlah roti dan mi dari tepung beras, tapioka, sagu dan lain-lain. Kita punya banyak makanan olahan yang teruji enaknya dan mengandung asupan sari makanan yang sehat seperti pempek, lumpia, getuk. Semua jenis makanan ini menggunakan bahan dasar bukan terigu/gandum. Dengan kata lain makanan pokok kita ini bukan gandum. Itulah kata-kata yang terkunci dalam pikiran selama ini. Ini tidak salah.

Kita saat ini mungkin tidak menyadari akan kehadiran gandum/terigu sebagai bahan makan yang kita konsumsi, roti, mi instant. Mi instant buatan pabrik-pabrik Indonesia berkembang pesat sampai ke luar negeri, dan kita tidak teringat akan bahan baku mi instant yaitu terigu dari tepung gandum berasal dari mana. Ya tentu saja kebanyakan impor dari Negara lain. Kita juga terlena oleh rayuan gaya konsumerisme. Kalau mau dianggap mewah, elit dan terpandang, maka yang dihidangkan dalam jamuan makan kita haruslah roti, keju, mentega. Bukannya getuk, pempek, atau kue dari tepung beras. Itulah gengsi kita yang mahal harganya.

Seandainya memang makanan dari terigu/gandum lebih enak, lebih menyehatkan, lebih tinggi kandungan gizi dan vitaminnya, apakah kita hanya mau mengandalkan impor gandum kita dari Negara lain. Tentu saja kurang bijaksana kita terus-menerus mengimpor gandum.
Iklim/cuaca antara India dan Indonesia tidaklah jauh berbeda. Memang ada perbedaan ketinggian lahan, curah hujan, kelembaban udara. Tetapi bukankan kita punya banyak ahli pertanian untuk menemukan bibit dan cara tanam yang sesuai? Petani kita terkenal sabar, rajin, ulet dan pekerja keras. Tetapi mengapa India mampu menghasilkan gandum terbanyak kedua didunia? Tentu saja Indonesiapun mampu untuk menjadikan gandum sebagai sumber bahan makanan pokok. Itu merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah dan semua yang terkait.

Di Indonesia pasar terigu (gandum sebagai bahan dasar) saat ini tidak jauh berbeda dengan kondisi pemasaran dengan bahan pangan lain, sehingga saatnya petani Indonesia mulai berusaha untuk memperkecil impor terigu. Karena potensi penduduk Indonesia yang sedemikian besar perlu dijaminnya pasokan gandum secara teratur. Menaman gandum sendiri merupakan antisipasi yang perlu untuk dipersapkan.

Masalah yang mungkin timbul bila saatnya gerakan penanaman gandum di Indonesia di mulai adalah pada distribusi bibit , teknologi yang digunakan, pemasaran hasil. Namun semua akan bisa diatasi bila dipersiapkan secara teliti dan terorganisir tanpa mementingkan satu pihak dan pihak yang lain lain.


Comments :

0 komentar to “Gandum (Oat)”


Poskan Komentar